Subnetting With FLSM and VLSM (which better?)

- 1 min
Contoh kasus

File.png

Contoh permasalahan pada subnetting kelas C :
IP Address : 192.168.69.0

Subnetting dengan FLSM (Fixed Length Subnet Mask)

Cara subnetting dengan metode ini adalah dengan menggunakan 1 subnetmask / prefix saja (Same size).

Network Netmask Net.ID BC Range IP Host
DHCP Server 255.255.255.224 .0 .31 .1-30 30
DHCP Router 255.255.255.224 .32 .63 .33-62 14
IP Static 255.255.255.224 .64 .95 .65-94 2

Kekurangan dari FLSM ini adalah, banyaknya IP address yang terbuang. Kita bisa melihat dari contoh table diatas, pada bagian Network IP Static hanya membutuhkan 2 Host (Total 4 address) saja, berarti ada sekitar 28 Host yang terbuang.

Subnetting dengan VLSM (Variable Length Subnet Mask)

Cara kedua adalah dengan metode VLSM. disini kita tidak terikat lagi dengan satu prefix saja, kita dapat menyesuaikan prefix yang ingin digunakan sesuai dengan jumlah host yang dibutuhkan. Cara penyelesaiannya dengan mengurutkan kebutuhan host yang paling banyak.

Network Netmask Net.ID BC Range IP Host
DHCP Server 255.255.255.224 .0 .31 .1-30 30
DHCP Router 255.255.255.240 .32 .47 .33-46 14
IP Static 255.255.255.252 .48 .51 .49-50 2


Untuk table prefix lengkapnya bisa dilihat Disini

Nurul Fajar

Nurul Fajar

Mahasiswa banyak acara

comments powered by Disqus
rss facebook twitter github youtube mail spotify lastfm instagram linkedin google google-plus pinterest medium vimeo stackoverflow reddit quora